Suara.com – Bisnis ganja dewasa ini sama dengan ketika sektor teknologi mulai merangkak sekitar 20 tahun lalu, demikian dikatakan bekas bos Yahoo , Carol Bartz kepada CNBC, Kamis (24/1/2019).

Bartz memang baru saja mengakui bahwa ia telah berinvestasi pada Caliva , sebuah perusahaan ganja di California, Amerika Serikat. Caliva, yang berpusat di Silicon Valley, tak saja memproduksi produk berbahan ganja, tetapi juga menanam sendiri tanaman yang di sebagian besar negara di dunia dianggap sebagai narkotika.

“Ketika saya melihat peluang ini, saya yakin ini adalah dunia baru,” kata Bartz, yang juga masuk dalam jajaran direksi Caliva.

“Saya merasa seperti kembali ke 20 tahun lalu. Ada potensi pertumbuhan, banyak cara untuk mengubah kehidupan orang lain, makanya saya bergabung,” beber dia.

Caliva sendiri baru saja mengumumkan masuknya pendanaan baru senilai 75 juta dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun. Perusahaan itu mengatakan sebagian besar investasi yang masuk itu akan digunakan untuk mengembangkan produk mulai dari rokok, permen, minuman, hingga cairan rokok elektrik berbahan ganja.