Suara.com – Samsung India, pada Senin (28/1/2019) meluncurkan gawai terbarunya, Samsung Galxy M20 dan Galaxy M10 di New Delhi. Samsung Galaxy M20 diduga kuat juga akan diboyong ke Indonesia dalam waktu dekat.

Keluarga Samsung Galaxy M20 dan Galaxy M10 dirancang untuk para millenial, karenanya hadir dengan infinity-V display, kamera utama ganda, baterai lebih besar, serta prosesor yang diklaim lebih kuat.

“Inovasi dan fokus pada konsumen memebentuk DNA kami dan seri Galaxy M adalah perwujudan dari komitmen itu,” kata Asim Warsi, Wakil Presiden Senior Samsung India seperti yang dilansir dari laman resmi Samsung.

Samsung Galaxy M20 dibekali layar 6,3 inci, dengan poni ala tetesan embun di bagian atasnya. Sementara Galaxy M10 memiliki layar 6,2 inci.

Galaxy M20 disokong oleh baterai berkapasitas 5000 mAh, salah satu yang terbesar di jajaran gawai-gawai Samsung. Untuk pengisian daya, Samsung Galaxy M20 sudah menggunakan colokan type C yang diklaim bekerja lebih cepat.

Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy M20 mengandalkan prosesor Exynos 7904, setara dengan Snapdragon 636 yang bisa ditemukan pada Asus Zenfone Max Pro M1 atau Xiaomi Redmi Note 6 Pro. Galaxy M20 memiliki dua pilihan RAM, 3 GB dan 4 GB, dengan kapasitas penyimpanan 64 GB.

Adapun Samsung Galaxy M10 dipacu Exynos 7870, dengan pilihan RAM 2 GB serta 3 GB. Besar memori utamanya 32 GB.

Untuk kamera, Samsung Galaxy M20 dipersenjatai oleh dua kamera utama yang masing-masing berkekuatan 13 MP, dengan bukaan F1,9 dan 5 MP. Di depan, disematkan sebuah kamera berkekuatan 8 MP. Fitur yang sama juga ditemukan pada Galaxy M10.

Samsung Galaxy M20 dan M10 akan mulai tersedia ada 5 Februari di India. Galaxy M20 dijual di rentang harga 10.990 – 12.990 rupee (sekitar Rp 2,1 sampai Rp 2,5 juta). Sementara Galaxy M10 dibanderol mulai 7.990 – 8.990 rupee (sekitar Rp 1,5 sampai Rp 1,8 juta).

Sebelumnya diberitakan bahwa Samsung Galaxy M20 tampaknya akan segera dipasarkan di Indonesia, setelah Samsung berhasil memperoleh sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk gawai itu dari Kementerian Perindustrian.