Suara.com – Georgia, negara yang memiliki 8000 tahun sejarah memproduksi minuman anggur , mengerahkan ilmuwan-ilmuwan terbaiknya untuk mencari tahu cara membuka kebun anggur di Mars .

Proyek bernama IX Millennium itu, untuk memperingati tradisi pembuatan anggur Georgia di milenium ke sembilan, akan terdiri dari beberapa fase, termasuk bagaimana cara membangun infrastruktur pertanian di Mars .

Tetapi salah satu langkah paling krusial juga adalah menentukan varietas anggur mana di Bumi yang cocok dengan lingkungan ekstrem Mars.

Rencananya riset itu rampung pada 2024, tahun yang dicanangkan sebagai saat pengiriman misi berawak ke Mars oleh Elon Musk, pendiri dan bos perusahaan antariksa SpaceX.

“Jika kita akan tinggal di Mars satu hari nanti, maka Georgia harus ikut berkontribusi,” kata Nikoloz Doborjginidze, pendiri Agensi Riset Antarisa Georgia, seperti dilansir Live Science dari Washington Post, Senin (14/1/2019).

“Nenek moyang kami membawa anggur ke Bumi, jadi kami bisa melakukan hal yang sama di Mars,” klaim dia.

Proyek riset itu sendiri akan dimulai tahun ini dengan pembanungan rumah kaca vertikal di dalam sebuah hotel di ibu kota Tbilisi, sebagai simulasi bentuk pertanian di Mars.

Sementara itu para pakar pertanian Georgia bekerja mencari varietas anggur mana yang cocok dengan lingkungan ekstrem Mars. Mereka akan menciptakan sebuah lingkungan mirip Mars – dengan kadar karbon monoksida tinggi dan kandungan udara tipis untuk meniru tekanan atmosfer di Mars yang setara dengan tekanan udara di ketinggian 6.000 meter di Bumi.

Eksperimen ini tampaknya belum akan membuahkan hasil hingga 2022, tetapi para ilmuwan telah menduga bahwa anggur hijau adalah jenis yang paling cocok di Mars.

“Anggur hijau lebih tahan terhadap virus. Jadi saya membayangkan jenis anggur ini akan lebih tahan terhadap radiasi, karena kulitnya bisa memantulkan (radiasi),” ulas Levan Ujmajuridze, direktur laboratorium perkebunan anggur Georgia.

Rencana Georgia ini sendiri tampaknya punya peluang terwujud, karena pada Selasa (15/1/2019) pemerintah Cina mengumumkan bahwa bibit-bibit tanaman yang dibawanya ke Bulan berhasil mengeluarkan tunas.

Bulan juga diketahui memiliki kondisi lingkungan ekstrem. Jika kehidupan bisa bertumbuh di Bulan, Mars tampaknya tinggal sejengkal lagi.